Arti Kematian Yesus

Posted by Melia Propolis Rabu, 23 September 2009 0 komentar

Arti kematian Yesus dapat dilihat dari tiga sudut pandang melalui Gambar Kehendak Allah. Pertama, kematiian untuk-Nya adalah perintah dari Bapa (John 10:18). Pada prioritas pertama dalam Gambar kehendak Allah, dari pada mulanya, Allah menciptakan sorga untuk tujuan menunjuk Anak sebagai ahli waris (Hebrews 1:2). Meskipun demikian, Anak rendah hati, Ia tidak menganggap setara dengan Allah. Ia memutuskan untuk mengosongkan diri-Nya dan mengecap kematian sebelum memasuki sorga (Philippians 2:6). Hal ini diterima oleh Bapa dengan sukacita dan oleh karena itu memberi perintah kematian dan kebangkitan kepada-Nya (John 10:18).

Dalam prioritas kedua dalam Gambar kehendak Allah, kematian-Nya bertujuan untuk menghakimi Iblis (1 John 3:8). Di sorga yang diciptakan untuk Anak, Allah juga menciptakan malaikat-malaikat yang akan melayani-Nya. Ia juga mengizinkan malaikat khusus yaitu “Malaikat Tuhan” menjaga sorga sampai kedatangan Anak. Tetapi pada saat itu salah satu malaikat yang melayani menentang nama Allah (Isaiah 14:12-15; Ezekiel 28:13-17). Malaikat yang memberontak terhadap Tuhan dan jatuh ialah Satan yang diusir Allah dari sorga dengan anak buahnya dan mengurung mereka di Hades sampai saat penghakiman (2 Peter 2:4; Jude 1:6).

Satan yang dikurung di dalam Hades menggoda Yesus, Anak Allah (Matthew 4:1-10) dan pada akhirnya menyalibkan Dia sampai mati. Bukti inilah yang menegaskan bahwa malaikat ini telah menentang Allah di sorga. Meskipun Satan membunuh Yesus dengan kuasanya atas maut, tetapi Ia dibangkitkan kembali karena ketidakberdosaan-Nya sebagai yang benar. Hal ini mendemonstrasikan pemberontakan Satan terhadap Allah dan mengutuk dia. Oleh karena Iblis telah dihakimi, maka yang tinggal hanya pengukuman.

Ketiga, kematian-Nya bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia. Dalam prioritas ketiga dari Gambar kehendak Alalh, Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat yang datang ke dunia dan membebaskan umat manusia yang telah diperbudak Iblis, otoritas kuasa di udara (Ephesians 2:1-2; Hebrews 2:14-15). Yesus datang untuk mati di bumi tetapi kematian dengan mencurahkan darah sepenuhnya untuk kepentingan umat manusia. Ia dapat saja naik ke sorga setelah mengecap kematian dengan tidak perlu mencucurkan darah. Tetapi untuk menggenapi kehendak Allah dalam hal keselamatan umat manusia, Ia tunduk kepada kematian yang seperti itu (John 6:39).

Ada hidup dalam darah, dan karena tanpa penumpahan darah tidak ada penebusan, Yesus mentaati kehendak Bapa untuk umat manusia (Matthew 26:39, Matthew 26:42; Hebrews 9:28). Agar menghancurkan tembok dosa yang memisahkan Allah dan umat manusia, Ia membiarkan tubuhnya dikoyakkan dan dicurahkan semua darah-Nya dan air-Nya. Allah tidak menyelamatkan kita dari Iblis, hukum Taurat dan dosa dengan darah binatang tetapi dengan darah Kristus yang berharga (Acts 20:28; Hebrews 9:19; 1 Peter 1:18). Oleh karena itu setiap orang yang bersandar pada darah Yesus dapat berdiri di hadapan Allah dengan percaya diri dan dengan jaminan iman yang penuh (Hebrews 10:19-22).

0 komentar:

Komentar baru tidak diizinkan.

Total Tayangan Halaman