Alkitab Karunia Terbesar
Sabtu, 03 April 2010
0
komentar
Di antara pelbagai karunia Allah bagi umat manusia, yang pertama adalah AnakNya Yesus Kristus, kemudiankarunia tertinggi dari Tuhan Yesus bagi kita adalah Roh Kudus, Parakretos yang dimana pada akhirnya karunia Roh Kudus kepada Gereja masa kini adalah Alkitab. Oleh karena itu Alkitab menyimpan janji janji dari Allah yang hidup dan menjamin kuasa dan tanda-tanda. Meskipun demikian Gereja Kristen kontemporer telah berbalik dari karunia Allah yang besar ini. Setelah mengenal dan penuh ucapan syukur menerima karunia tersebut, sudah seharusnya juga dipenuhi dengan kuasa dan tanda-tanda dari Roh Kudus. Bagaiamana ini bisa menjadi mistik dan mengapa setiap orang harus waspada terhadap hal ini.Kita telah menerima iman melalui pewahyuan Allah dan telah menerima Roh Kudus juga dan percaya kepada Alkitab yang telah memerintahkan kita untuk melakukannya. Karena dengan kerelaan kita mau mengikuti Alkitab dengan mendedikasikan seluruh tubuh dan roh jiwa kita, kita menaati Firman yang disampaikan Alkitab dan tidak meragukan sedikitpun bahwa kita harus diberkati dengan kuasa dan tanda-tanda yang sedemikian rupa.
Apa yang dapat kita tukarkanuntuk kehidupan biologis kita? Tentunya bukanlah sutu kemunafikan, ritual, dan doktrin. kita tidak bisa menyerahkan hidup kita bagi doktrin, demikian juga kita tidak mendedikasikan hidup kekal bagi agama karena kita bersandar kepada janji-janji Allah. Allah tidak mewariskan kita agama maupun ritual, tetapi memberikan Anak tunggal terkasih sebagai korban dan mengutus Roh Kudus kepada dunia sebagai Parakretos. Untuk bersaksi mengenai hal ini, Ia juga memberikan Alkitab dan menjaga janji dan otoritas dari FirmanNya.
Alkitab adalah buku perjanjian Allah dan Allah sendiri bersumpah atasnya, mengenai Kebenaran Yesus Kristus yang digenapi dengan darah dan karunia karunia dari Roh Kudus. Alkitab adalah perjajian kekal, dan pekerjaan kita adalah iman dan ketaatan. Ketaatan adalah memberikan otoritas total kepada firman Alkitab. Marilah kita kembali ke Alkitab.
Oleh Dr Ki Dong Kim

0 komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.